Jumat, 01 April 2016

Kepungan Media dalam Dunia Anak

Perkembangan teknologi khususnya dalam bidang komunikasi, khususnya di Indonesia sudah dapat kita rasakan. New media merupakan salah satu wujud nyata dari perkembangan teknologi. Menurut Onong, empat revolusi pengetahuan khususnya revolusi fisika ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia yang membawa banyak perubahan yang luar biasa pada bidang-bidang tertentu, misalnya:

1.      Bidang intelektual, dengan meninggalkan kebiasaan atau kepercayaan tradisional dan mengambil kebiasaan baru.

2.      Bidang industri dan kemampuan di medan perang

3.      Tumbuhnya organisasi sosial dan kehidupan politik

4.      Tata lingkungan.

Perkembangan teknologi khususnya komunikasi diciptakan pada dasarnya dengan tujuan mempermudah akses komunikasi antar orang perorangan. Dahulu orang berkomunikasi dengan orang yang jauh di benua lain atau di daerah lain harus menunggu selama berbulan-bulan bahkan tahunan karena terbatas jarak. Saat ini, proses komunikasi jauh lebih mudah dilakukan oleh siapapun dan dimanapun, sehingga memunculkan istilah global village dimana orang berkomunikasi dengan orang yang berada juah jaraknya dengan kita, seolah-olah berada dekat dengan kita, dan membentuk global society.

Setiap kemajuan yang ada dimasyarakat adalah berkat adanya keterbukaan di dalam masyarakat. namun belum tentu setiap perkembangan membawa dampak baik bagi masyarakat, karena belum tentu sesuai dengan budaya yang ada di daerah setempat. Sehingga dalam menghadapi sebuah perubahan maupun hal-hal yang baru perlu adanya kebijaksanaan dalam menggunakannya. Salah-salah kemajuan yang dianggap orang banyak malah justru membawa kemunduran bagi suatu bangsa.
Secara umum adanya perkembangan teknologi khususnya dengan adanya new media ini membawa 2 dampak sekaligus :

Negatif
Positif
Menimbulkan anti sosial
Menciptakan jaringan pertemanan yang lebih luas
Cybercrime dan Cyberbullying
Dapat membuka wawasan
Pornografi
Dapat berpikiran positif dan kreatif
Mundurnya moralitas
Memudahkan manusia dalam bekerja
Gadget Holic
Dapat menghilangkan batas ruang dan waktu
Mood Modification ( lupa dengan kegiatan lainnya)
Dapat mengembangkan intuisi anak-anak yang sedang ingin mengetahui

 
New media tidak hanya memiliki relasi dengan orang-orang yang sudah dapat dikatakan dewasa saja, melainkan dari usia anak-anak hingga remaja pun dapat pula mengguakan. Yang sangat menarik dari perkembangan teknologi ini adalah pemberian teknologi baru kepada anak-anak. Anak-anak ini rata-rata di kenalkan gadget sejak masih 1-2 tahun. Jika saya amati, pemberian teknologi komunikasi ini semula sebagai pengalih agar orang tua dapat bekerja dengan tenang maupun agar tidak repot harus terus membelikan mainan bagi anak-anaknya. Cukup dengan satu kali klik, game sudah tersedia banyak dan dapat dinikmati oleh anak-anak. Seperti yang kita ketahui bahwa anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang jauh lebih besar dibandingkan orang dewasa. Celakanya apabila hal ini tidak diawasi dan anak justru semakin asik dengan gadgetnya dan bahkan menimbulkan kecanduan bagi anak-anak.
Seperti yang kita ketahui memori anak jauh lebih kuat menyimpan dibandingkan orang dewasa, dan hal ini apabila diteruskan akan membawa dampak yang panjang bagi perkembangan anak dikemudian hari. Apakah orang tua tidak sempat memikirkan dampak ini? Anak akan menangkap apa yang ada di dalam gamenya merupakan hal yang benar, hal yang baik untuk dilakukan. Bisa dibayangkan apabila anak memainkan game yang mengandung unsur kekerasan, tidak menutup kemungkinan anak mengikuti jejak kekerasan yang ia dapatkan dari gamenya.
Tidak hanya sebatas itu, saya pernah mengunjungi salah satu Sekolah Dasar dimana anak-anak kelas dua SD, beberapa diantaranya sudah membawa handphone kesekolah. Ketika saya berjumpa dengan orang tuanya dan mempertanyakan alasannya, justru menjawab sebagai alat untuk mempermudah dalam berkomunikasi ketika anak hendak dijemput dari sekolah. Selain itu juga, orang tua tersebut mengatakan bahwa itu sebagai bentuk kasih sayang orang tua terhadap anak-anaknya. Orang tua berharap agar anak tidak tertinggal seperti kawan-kawannya yang lain, apalagi sampai meminjam kepada temannya, atau takut si anak merusak barang milik temannya. Dari itu semua, akan ada pengaruh bagi perkembangan anak. Anak akan lebih memilih bermain dengan gadget yang ia miliki ketimbang bermain di luar bersama dengan teman sebayanya. Sehingga kemampuan anak dalam bersosialisasi dengan orang-orang disekitarnya akan semakin tumpul perlahan-lahan.
Berbeda cerita ketika saya mengisi sebagai guru bantu selama 1 minggu di SD yang berbeda. Pernah satu ketika saya meminta kejujuran dari anak-anak kelas 4 dan 5 yang ada di SD tersebut, saya menanyakan apakah pernah mengakses internet dan apa saja yang mereka lakukan. Ternyata 10% dari jumlah total siswa kelas 4 dan 5 mengatakan untuk membuka “situs-situs terlarang” bagi mereka. Perlu diketahui bahwa memang usia anak yang menginjak Sekolah Dasar rasa keingintahuannya masih dapat dikatakan cukup besar, belum lagi perasaan tidak ingin dianggap sebagai anak-anak, hal ini semakin membuat anak percaya diri ketika membuka internet yang biasanya dapat diakses oleh remaja hingga dewasa saja.
Kejadian ini apabila dilakukakan terus-menerus menyebabkan anak mengalami kedewasaan sebelum usianya, baik secara psikologis maupun biologis. Pada anak-anak usia kelas 4 dan 5 bisa dikatakan sebagai remaja awal, dimana pada masa itu anak tidak ingin dianggap sebagai anak-anak lagi melainkan orang yang sudah besar. Sehingga saya rasa, pendidikan mengenai seks pun penting untuk diberikan, baik oleh guru di sekolah maupun oleh orang tua dirumah. Selain perkembangan secara psikologis, secara biologis, organ-organ di dalam tubuh pun memang sedang mengalami perkembangan seperti dalam tipologi sheldon (hurlock, 1980). Sehingga masa pada masa ini anak tidak boleh dikekang namun harus selalu dalam pengawasan, agar tidak kebablasan.

Bisa dibayangkan tidak disuguhi oleh orang tuanyapun mereka bisa mengakses itu sendiri, apalagi apabila disuguhkan?. Wawasan orang tua sangat dibutuhkan, sekaligus juga memberikan arahan-arahan apabila anak memang ingin mengakses melalui gadget yang ada di rumahnya. Orang tua juga harus bisa menumpahkan kasih sayangnya secara adil kepada anak-anaknya, agar anak merasa dianggap dirumah. Perkembangan anak harus selalu diperhatikan oleh setiap orang tua, baik orang tua dirumah, maupun orang tua disekolah. Jangan sampai anak tumbuh dewasa sebelumnya baik secara fisik maupun psikologisnya, karena pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia sekolah dasar juga dapat pula menentukan perkembangan anak selanjutnya.
Dampak yang diberikan oleh teknologi komunikasi dan informasi memang tidak selalu baik dan tidak selalu buruk. Semua dampak tersebut bisa terjadi bergantung dengan bagaimana kita menggunakannya. Sehingga kebijaksanaan orang tua dalam memberikan teknologi-teknologi baru kepada anak-anaknya harus selalu memberikan pengawasan dan bimbingan, agar kedewasaan dini pada anak-anak khususnya anak-anak usia sekolah dasar yang pada dasarnya merupakan remaja awal dapat dicegah.
 
 
 
Ameliola, Syifa dan Hanggara Dwiyudha Nugraha. 2013. “ Perkembangan Media Informasi dan Teknologi Terhadap Anak dalam Era Globalisasi”. Diakses https://icssis.files.wordpress.com/2013/09/2013-02-29.pdf.

Mubashiroh, 2013. “Gadget, Penggunaan, dan Dampak pada Anak-anak”diakses http://jurnalilmiahtp.blogspot.co.id/2013/11/gadget-penggunaan-dan-dampak-pada-anak.html

Straubhaar, Joseph dan  LaRose, Robert. 2011. Media Now. Cengage Learning

Wahab, H. Rochmat, dkk. 1999. Perkembangan Dan Belajar Peserta Didik. Jawa Tengah : Dikti.

Yudiningrum, Firdastin Ruthnia. “Efek Teknologi Komunikasi Elektronik Bagi Tumbuh kembang Anak”. Diakses https://eprints.uns.ac.id/11462/1/Publikasi_Jurnal_%2816%29.pdf

Zamroni, Mohammad. 2009. “Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Dampaknya Terhadap Kehidupan”.Diakses http://digilib.uin-suka.ac.id/837/1/suka.ac.id/8371/1/MOHAMMAD%20ZAMRONI%20PERKEMBANGAN%20TEKNOLOGI%20KOMUNIKASI%20DAN%20DAMPAKNYA%20TERHADAP%20KEHIDUPAN.pdf

https://kominfo.go.id/index.php/content/detail/4286/Pengguna+Internet+Indonesia+Nomor+Enam+Dunia/0/sorotan_media.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar