Perkembangan
teknologi khususnya dalam bidang komunikasi, khususnya di Indonesia sudah dapat
kita rasakan. New media merupakan salah satu wujud nyata dari perkembangan
teknologi. Menurut Onong, empat revolusi pengetahuan khususnya revolusi fisika
ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia yang membawa banyak perubahan
yang luar biasa pada bidang-bidang tertentu, misalnya:
1. Bidang
intelektual, dengan meninggalkan kebiasaan atau kepercayaan tradisional dan
mengambil kebiasaan baru.
2. Bidang
industri dan kemampuan di medan perang
3. Tumbuhnya
organisasi sosial dan kehidupan politik
4. Tata
lingkungan.
Perkembangan
teknologi khususnya komunikasi diciptakan pada dasarnya dengan tujuan
mempermudah akses komunikasi antar orang perorangan. Dahulu orang berkomunikasi
dengan orang yang jauh di benua lain atau di daerah lain harus menunggu selama
berbulan-bulan bahkan tahunan karena terbatas jarak. Saat ini, proses
komunikasi jauh lebih mudah dilakukan oleh siapapun dan dimanapun, sehingga
memunculkan istilah global village dimana
orang berkomunikasi dengan orang yang berada juah jaraknya dengan kita,
seolah-olah berada dekat dengan kita, dan membentuk global society.
Setiap
kemajuan yang ada dimasyarakat adalah berkat adanya keterbukaan di dalam
masyarakat. namun belum tentu setiap perkembangan membawa dampak baik bagi
masyarakat, karena belum tentu sesuai dengan budaya yang ada di daerah
setempat. Sehingga dalam menghadapi sebuah perubahan maupun hal-hal yang baru
perlu adanya kebijaksanaan dalam menggunakannya. Salah-salah kemajuan yang
dianggap orang banyak malah justru membawa kemunduran bagi suatu bangsa.
Secara
umum adanya perkembangan teknologi khususnya dengan adanya new media ini
membawa 2 dampak sekaligus :
|
Negatif
|
Positif
|
|
Menimbulkan anti sosial
|
Menciptakan jaringan pertemanan
yang lebih luas
|
|
Cybercrime dan Cyberbullying
|
Dapat membuka wawasan
|
|
Pornografi
|
Dapat berpikiran positif dan
kreatif
|
|
Mundurnya moralitas
|
Memudahkan manusia dalam bekerja
|
|
Gadget Holic
|
Dapat menghilangkan batas ruang
dan waktu
|
|
Mood Modification ( lupa dengan
kegiatan lainnya)
|
Dapat mengembangkan intuisi
anak-anak yang sedang ingin mengetahui
|
New media tidak hanya memiliki relasi dengan orang-orang
yang sudah dapat dikatakan dewasa saja, melainkan dari usia anak-anak hingga
remaja pun dapat pula mengguakan. Yang sangat menarik dari perkembangan
teknologi ini adalah pemberian teknologi baru kepada anak-anak. Anak-anak ini rata-rata di kenalkan
gadget sejak masih 1-2 tahun. Jika
saya amati, pemberian teknologi komunikasi ini semula sebagai pengalih agar
orang tua dapat bekerja dengan tenang maupun agar tidak repot harus terus
membelikan mainan bagi anak-anaknya. Cukup dengan satu kali klik, game sudah
tersedia banyak dan dapat dinikmati oleh anak-anak. Seperti yang kita ketahui
bahwa anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang jauh lebih besar dibandingkan orang
dewasa. Celakanya apabila hal ini tidak diawasi dan anak justru semakin asik
dengan gadgetnya dan bahkan menimbulkan kecanduan bagi anak-anak.
Seperti
yang kita ketahui memori anak jauh lebih kuat menyimpan dibandingkan orang
dewasa, dan hal ini apabila diteruskan akan membawa dampak yang panjang bagi
perkembangan anak dikemudian hari. Apakah orang tua tidak sempat memikirkan
dampak ini? Anak akan menangkap apa yang ada di dalam gamenya merupakan hal
yang benar, hal yang baik untuk dilakukan. Bisa dibayangkan apabila anak
memainkan game yang mengandung unsur kekerasan, tidak menutup kemungkinan anak
mengikuti jejak kekerasan yang ia dapatkan dari gamenya.
Tidak
hanya sebatas itu, saya pernah mengunjungi salah satu Sekolah Dasar dimana
anak-anak kelas dua SD, beberapa diantaranya sudah membawa handphone kesekolah. Ketika saya berjumpa dengan orang tuanya dan
mempertanyakan alasannya, justru menjawab sebagai alat untuk mempermudah dalam
berkomunikasi ketika anak hendak dijemput dari sekolah. Selain itu juga, orang
tua tersebut mengatakan bahwa itu sebagai bentuk kasih sayang orang tua
terhadap anak-anaknya. Orang tua berharap agar anak tidak tertinggal seperti
kawan-kawannya yang lain, apalagi sampai meminjam kepada temannya, atau takut
si anak merusak barang milik temannya. Dari itu semua, akan ada pengaruh bagi
perkembangan anak. Anak akan lebih memilih bermain dengan gadget yang ia miliki
ketimbang bermain di luar bersama dengan teman sebayanya. Sehingga kemampuan
anak dalam bersosialisasi dengan orang-orang disekitarnya akan semakin tumpul
perlahan-lahan.
Berbeda
cerita ketika saya mengisi sebagai guru bantu selama 1 minggu di SD yang
berbeda. Pernah satu ketika saya meminta kejujuran dari anak-anak kelas 4 dan 5
yang ada di SD tersebut, saya menanyakan apakah pernah mengakses internet dan
apa saja yang mereka lakukan. Ternyata 10% dari jumlah total siswa kelas 4 dan
5 mengatakan untuk membuka “situs-situs terlarang” bagi mereka. Perlu diketahui
bahwa memang usia anak yang menginjak Sekolah Dasar rasa keingintahuannya masih
dapat dikatakan cukup besar, belum lagi perasaan tidak ingin dianggap sebagai anak-anak,
hal ini semakin membuat anak percaya diri ketika membuka internet yang biasanya
dapat diakses oleh remaja hingga dewasa saja.
Kejadian ini apabila dilakukakan
terus-menerus menyebabkan anak mengalami kedewasaan sebelum usianya, baik
secara psikologis maupun biologis. Pada anak-anak usia kelas 4 dan 5 bisa
dikatakan sebagai remaja awal, dimana pada masa itu anak tidak ingin dianggap
sebagai anak-anak lagi melainkan orang yang sudah besar. Sehingga saya rasa, pendidikan
mengenai seks pun penting untuk diberikan, baik oleh guru di sekolah maupun
oleh orang tua dirumah. Selain perkembangan secara psikologis, secara biologis,
organ-organ di dalam tubuh pun memang sedang mengalami perkembangan seperti
dalam tipologi sheldon (hurlock, 1980). Sehingga masa pada masa ini anak tidak
boleh dikekang namun harus selalu dalam pengawasan, agar tidak kebablasan.
Bisa dibayangkan tidak disuguhi oleh orang tuanyapun mereka bisa mengakses itu sendiri, apalagi apabila disuguhkan?. Wawasan orang tua sangat dibutuhkan, sekaligus juga memberikan arahan-arahan apabila anak memang ingin mengakses melalui gadget yang ada di rumahnya. Orang tua juga harus bisa menumpahkan kasih sayangnya secara adil kepada anak-anaknya, agar anak merasa dianggap dirumah. Perkembangan anak harus selalu diperhatikan oleh setiap orang tua, baik orang tua dirumah, maupun orang tua disekolah. Jangan sampai anak tumbuh dewasa sebelumnya baik secara fisik maupun psikologisnya, karena pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia sekolah dasar juga dapat pula menentukan perkembangan anak selanjutnya.
Bisa dibayangkan tidak disuguhi oleh orang tuanyapun mereka bisa mengakses itu sendiri, apalagi apabila disuguhkan?. Wawasan orang tua sangat dibutuhkan, sekaligus juga memberikan arahan-arahan apabila anak memang ingin mengakses melalui gadget yang ada di rumahnya. Orang tua juga harus bisa menumpahkan kasih sayangnya secara adil kepada anak-anaknya, agar anak merasa dianggap dirumah. Perkembangan anak harus selalu diperhatikan oleh setiap orang tua, baik orang tua dirumah, maupun orang tua disekolah. Jangan sampai anak tumbuh dewasa sebelumnya baik secara fisik maupun psikologisnya, karena pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia sekolah dasar juga dapat pula menentukan perkembangan anak selanjutnya.
Dampak
yang diberikan oleh teknologi komunikasi dan informasi memang tidak selalu baik
dan tidak selalu buruk. Semua dampak tersebut bisa terjadi bergantung dengan
bagaimana kita menggunakannya. Sehingga kebijaksanaan orang tua dalam
memberikan teknologi-teknologi baru kepada anak-anaknya harus selalu memberikan
pengawasan dan bimbingan, agar kedewasaan dini pada anak-anak khususnya
anak-anak usia sekolah dasar yang pada dasarnya merupakan remaja awal dapat
dicegah.
Ameliola, Syifa dan Hanggara Dwiyudha Nugraha. 2013. “ Perkembangan Media Informasi dan Teknologi
Terhadap Anak dalam Era Globalisasi”. Diakses https://icssis.files.wordpress.com/2013/09/2013-02-29.pdf.
Mubashiroh,
2013. “Gadget, Penggunaan, dan Dampak
pada Anak-anak”diakses http://jurnalilmiahtp.blogspot.co.id/2013/11/gadget-penggunaan-dan-dampak-pada-anak.html
Straubhaar, Joseph
dan LaRose, Robert. 2011. Media Now. Cengage
Learning
Wahab, H. Rochmat, dkk. 1999. Perkembangan Dan Belajar
Peserta Didik. Jawa Tengah : Dikti.
Yudiningrum, Firdastin Ruthnia. “Efek
Teknologi Komunikasi Elektronik Bagi Tumbuh kembang Anak”. Diakses
https://eprints.uns.ac.id/11462/1/Publikasi_Jurnal_%2816%29.pdf
Zamroni,
Mohammad. 2009. “Perkembangan Teknologi
Komunikasi dan Dampaknya Terhadap Kehidupan”.Diakses http://digilib.uin-suka.ac.id/837/1/suka.ac.id/8371/1/MOHAMMAD%20ZAMRONI%20PERKEMBANGAN%20TEKNOLOGI%20KOMUNIKASI%20DAN%20DAMPAKNYA%20TERHADAP%20KEHIDUPAN.pdf
https://kominfo.go.id/index.php/content/detail/4286/Pengguna+Internet+Indonesia+Nomor+Enam+Dunia/0/sorotan_media.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar