Senin, 06 Juni 2016

Review : Tren Teknologi Informasi dan Komunikasi

 


Kemajuan adanya teknologi ini sebenarnya telah diprediksikan oleh John Naisbit sebelumnya. Ia menceritakan bahwa pada Megatrends 2000 setiap rumah akan ada komputer, akan ada jaringan yang dapat menghubungkan satu orang dengan orang lain, penggunaan kertas semakin berkurang. Mungkin saat itu, hal ini dianggap sebuah kegilaan, namun sudah dapat kita rasakan saat ini, ternyata apa yang dituliskan oleh John Naisbit ini benar adanya. Selain itu, Bill Gates pada tahu 2007 juga pernah mengatakan bahwa “kita sedang melintasi suatu batas teknologi yang senantiasa merubah cara kita belajar, bekerja, bergaul, dan berbelanja.” Prediksi inipun saat ini sudah dapat kita rasakan. Misalnya dalam belajar berbagai fitur teknologi sudah ditawarkan untuk mempermudah kita.tidak hanya belajar, bekerja pun sudah sangat mudah. Ketika jarak menjadi penghalang, teknologi mampu memfasilitasi itu semua. dalam bersosialisasi pun kita sudah tidak mengalami kendala yang berarti. Saat ini kita mampu bercakap-cakap dengan orang banyak, tanpa harus kehilangan biaya yang banyak seperti dahulu.

Bill gates ketika masih muda memiliki mimpi bahwa, suatu hari “ one family, one PC” dan ternyata mimpi itu saat ini terwujud. Yang pasti semua kemajuan teknologi ini akan mempengaruhi dan lebih merasuk pada cara hidup kita. Kemajuan teknologi ini juga terdapat pada operating sistem (OS). Misalnya saat ini android menjadi pemenang di kawasan Asia Tenggara, seperti dalam http://www.kompasiana.com/picalgadi/android-juara-os-smartphone-di-asia-tenggara_5630dd7bb693734c0b59d54f dan pengguna terbesarnya adalah negara kita, Indonesia. Bahkan dengan semakin merebaknya penggunaan android, menyebabkan persaingan bisnis yang semakin ketat. Misalnya yang terjadi pada OS android, dengan windows phone.

Selain dari yang telah dijelaskan diawal, lagi-lagi Bill Gates pernah mengutarakan bahwa perkembangan teknologi : convergence, connectedness, natural interface, dan paperless. Convergence ini adalah teknologi yang tadinya terpisah-pisah karena memiliki fungsinya sendiri-sendiri sekarang menyatu dalam teknologi. Misalnya saat ini pada masing-masing handphone yang kita miliki khususnya smartphone, sudah ada kalkulator, alarm, GPS, senter, bahkan ada yang memiliki proyektor. Semua ini tadinya terpisah-pisah dengan fungsi masing-masig, saat ini dengan adanya teknologi, semua itu dapat menyatu. Atau contoh lainnya yakni internet televisi atau layanan televisi yang menggunakan internet. Kedua adalah connectedness. Connectedness ini adalah kondisi dimana manusia sudah saling terhubung dengan siapapun, dimanapun dan kapanpun. Connectedness ini juga dimaknai sebagai keterhubungan antar device, misalnya HP dengan PC/Laptop, HP dengan Tablet, HP dengan TV. Misalnya saat ini sudah ada smartphone yang dapat menyalakan dan mematikan AC, TV, dsb. Nah hal ini juga membawa dampak, ketika orang sudah sangat merasa terhubung dengan dunia virtualnya, dikehidupan nyata terkadang ustru ada yang mengalami kemunduran. Misalnya orang lebih jago berbincang melalui virtual ketimbang secara langsung. Yang ketiga adalah Natural Interface. Natural interface ini adalah alat yang menghubungkan antara manusia dengan teknologi. Misalnya TV dengan Remote, Komputer dengan Keyboard. Saat ini contoh yang nyata yang dapat dibuktikan adalah google glass. Google glass adalah Perangkat ini menampilkan informasi dalam format bergaya telepon pintar,[9] yang bisa terhubung ke Internet melalui perintah suara bahasa alami (https://id.wikipedia.org/wiki/Google_Glass) . untuk yang belum mengetahui seperti apa itu cara kerja dan apapun mengenai google glass, dapat melihat di link https://www.youtube.com/watch?v=wERGpIeLBx8. Kemudian menurut Bill Gates yang terakhir adalah Paperless. Paperless ini adalah salah satu bentuk digitalization. Dimana seluruh pengoperasiannya sudah tidak menggunakan kertas lagi. Misalnya ketika hendak memberikan tugas kepada mahasiswa, dosen tidak perlu memberikan print out, cukup dengan soft copynya, misalnya melalui email, atau misalnya saat ini kita melakukan transaksi perbankan tidak harus menggunakan kertas, melalui gadget pun sudah mampu melakukan transaksi.

Segala bentuk perubahan akan diterima apabila itu mudah digunakan, tidak melanggar aturan dan norma yang berlaku. Seperti halnya di Indonesia, kemajuan teknologi sudah seperti wabah yang dapat menjangkiti siapapun, dimanapun, dan kapanpun. Semua orang saat ini sedang mengalami masa euforia dengan segala bentuk tren teknologi yang ada. Yang terpenting adalah ketika kita mulai mengaplikasikan teknologi informasi, kita harus bijak dan pandai dalam menggunakannya, agar tujuan kebaikan dari adanya perkembangan teknologi ini dapat kita rasakan manfaatnya.

Resume : Understanding Social Media and Internet



Kita tentu sudah tidak asing lagi saat ini dengan istilah social media. Social media adalah media (yang terhubung dengan internet) tempat kita bisa bersosialisasi (http://www.marketingjoss.com/pengertian-media-sosial-3-sosial-media-terbaik/) . istilah ini saat ini sudah sangat populer, terbukti dari data yang diambil dari kominfo.go.id bahwa, pengguna internet di Indonesia saat ini berjumlah 63 juta orang. Kepopuleran ini tidak lain juga bersamaan dengan lahirnya internet. Inilah data pengguna internet setiap menit, yang di ambil dari http://techno.okezone.com/read/2016/04/17/207/1365124/ini-yang-terjadi-di-internet-selama-satu-menit


Saat ini berbagai platform sudah dapat kita akses untuk memenuhi kebutuhan manusia. Diantaranya adalah :

1.      Netflix
Netflix adalah salah satu bentuk layanan yang memberikan kemudahan manusia ketika hendak menonton tayangan yang menjadi favoritnya dimanapun dan kapanpun.


2.      Reddit
Reddit adalah situs media sosial untuk berbagi gambar, video, maupun artikel. Selain itu Reddit ini bisa sebagai jalan promosi blog. Namun, saat ini Reddit diblokir karena diindikasi mengandung konten pornografi.



3.      Vine


Vine adalah sebuah aplikasi dari twitter dimana kamu bisa merekam dan sharing video-video pendek berdurasi 6 detik saja. (id.wikipedia.org/wiki/vine)
4.      Tinder

Tinder adalah salah satu aplikasi untuk kencan secara daring. Melalui aplikasi ini, seseorang dapat mengenal orang lain, dan dari aplikasi ini kita dapat memiliki hubungan baik dengan orang lain yang baru dikenal.

5.      Snapchat

Snapchat adalah aplikasi yang saat ini sudahtidak asing lagi kita dengar. Snapchat adalah aplikasi pesan foto yang dikembangkan oleh Evan Spiegel, Bobby Murphy, dan Reggie Brown saat masih kuliah Universitas Stanford. (id.wikipedia.org/wiki/Snapchat). Snapchat ini dapat digunakan untuk mengambil foto, merekam video, dan menambahkan teks serta mengirimkannya ke daftar penerima yang ditentukan pengguna.

Gambaran diatas hanyalah sedikit contoh dari media sosial. Segala kemudahan dan kepopuleran dari media sosial ini tidak dapat kita hindari dari kehidupan. Suka atau tidak kita saat ini sudah berada diantara lingkup media sosial ini. Melalui media sosial ini, Kita dapat memberikan informasi ke orang banyak bahkan kita juga dapat menerima informasi dari orang lain tersebut.

Internet
Seperti yang telah dijelaskan diawal, bahwa, kemajuan dari media sosial beriringan dengan kemajuan internet. Kemudian apa sebenarnya internet itu? Internet atau interconnection-networking adalah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.
Internet itu sendiri pada awalnya adalah jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan AS pada tahun 1969, jadi pembentukannya untuk tujuan militer. Saat ini fungsi internet dapat dijabarkan sebagai berikut :

a)      Mediating Technology
Maksudnya adalah sebagai penghubung. Dapat Bisnis-bisnis (B2B), bisnis-konsumen(B2C), konsumen-konsumen(C2B), pemerintah-masyarakat (G2C). sehingga siapapun orangnya ketika memiliki koneksi internet memiliki Power untuk menyebarluaskan informasi.

b)      Universality
Universality adalah memperluas. Maksudnya adalah apa yang menjadi informasi dapat di sebarluaskan sehingga seluruh orang dapat mengetahui isi informasi tersebut. Hal ini menyebabkan dunia serasa sangat sempit, karena bisa menghubungkan banyak orang terutama yang berbeda belahan dunia.

c)      Network Externalities
Maksudnya adalah memperluas jaringan. Sehingga semakin banyak orang yang terkoneksi dalam jaringan internet, berarti semakin banyak manfaat yang dapat diambil dari jaringan tersebut. Contoh dari jejaring sosial adalah facebook, twitter,dsb

d)      Distribution Channel
Semua dapat disebarluaskan melalui internet. Model penyebarluasan ini melalui distribusi melalui internet.

e)      Time Moderator
Maksudnya adalah kemampuan internet untuk memperpendek ataupun memperpanjang waktu.

f)       Information Asymmetry Shrinker
Internet ini dapat memberikan informasi yang dapat mengurangi kesenjangan. Misalnya saat ini berbagai aplikasi booking hotel. Dengan internet, customer dapat mengetahui hotel apa yang akan digunakan, harga, maupun lokasi, dan ambaran umum lainnya mengenai hotel yang akan ditempati.

g)      Infinite Virtual Capacity (kapasitas virtual tidak terbatas)

h)      Low Cost Standard
Maksudnya adalah murah dan mudah untuk digunakan. Melalui internet ini, berkomunikasi jarak jauh menjadi lebih murah.

i)       Creative Destroyer
Menjadikan komunikasi interaktif yang lebih cepat dengan biaya rendah. Dampaknya akhirnya membunuh atau menghilangkan hal-hal yang sudah ada. Misalnya buku menjadi e-book, koran menjadi e-news, surat menjadi email, dsb.

j)       Transaction-Cost Reducer.

Jumat, 01 April 2016

Kepungan Media dalam Dunia Anak

Perkembangan teknologi khususnya dalam bidang komunikasi, khususnya di Indonesia sudah dapat kita rasakan. New media merupakan salah satu wujud nyata dari perkembangan teknologi. Menurut Onong, empat revolusi pengetahuan khususnya revolusi fisika ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia yang membawa banyak perubahan yang luar biasa pada bidang-bidang tertentu, misalnya:

1.      Bidang intelektual, dengan meninggalkan kebiasaan atau kepercayaan tradisional dan mengambil kebiasaan baru.

2.      Bidang industri dan kemampuan di medan perang

3.      Tumbuhnya organisasi sosial dan kehidupan politik

4.      Tata lingkungan.

Perkembangan teknologi khususnya komunikasi diciptakan pada dasarnya dengan tujuan mempermudah akses komunikasi antar orang perorangan. Dahulu orang berkomunikasi dengan orang yang jauh di benua lain atau di daerah lain harus menunggu selama berbulan-bulan bahkan tahunan karena terbatas jarak. Saat ini, proses komunikasi jauh lebih mudah dilakukan oleh siapapun dan dimanapun, sehingga memunculkan istilah global village dimana orang berkomunikasi dengan orang yang berada juah jaraknya dengan kita, seolah-olah berada dekat dengan kita, dan membentuk global society.

Setiap kemajuan yang ada dimasyarakat adalah berkat adanya keterbukaan di dalam masyarakat. namun belum tentu setiap perkembangan membawa dampak baik bagi masyarakat, karena belum tentu sesuai dengan budaya yang ada di daerah setempat. Sehingga dalam menghadapi sebuah perubahan maupun hal-hal yang baru perlu adanya kebijaksanaan dalam menggunakannya. Salah-salah kemajuan yang dianggap orang banyak malah justru membawa kemunduran bagi suatu bangsa.
Secara umum adanya perkembangan teknologi khususnya dengan adanya new media ini membawa 2 dampak sekaligus :

Negatif
Positif
Menimbulkan anti sosial
Menciptakan jaringan pertemanan yang lebih luas
Cybercrime dan Cyberbullying
Dapat membuka wawasan
Pornografi
Dapat berpikiran positif dan kreatif
Mundurnya moralitas
Memudahkan manusia dalam bekerja
Gadget Holic
Dapat menghilangkan batas ruang dan waktu
Mood Modification ( lupa dengan kegiatan lainnya)
Dapat mengembangkan intuisi anak-anak yang sedang ingin mengetahui

 
New media tidak hanya memiliki relasi dengan orang-orang yang sudah dapat dikatakan dewasa saja, melainkan dari usia anak-anak hingga remaja pun dapat pula mengguakan. Yang sangat menarik dari perkembangan teknologi ini adalah pemberian teknologi baru kepada anak-anak. Anak-anak ini rata-rata di kenalkan gadget sejak masih 1-2 tahun. Jika saya amati, pemberian teknologi komunikasi ini semula sebagai pengalih agar orang tua dapat bekerja dengan tenang maupun agar tidak repot harus terus membelikan mainan bagi anak-anaknya. Cukup dengan satu kali klik, game sudah tersedia banyak dan dapat dinikmati oleh anak-anak. Seperti yang kita ketahui bahwa anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang jauh lebih besar dibandingkan orang dewasa. Celakanya apabila hal ini tidak diawasi dan anak justru semakin asik dengan gadgetnya dan bahkan menimbulkan kecanduan bagi anak-anak.
Seperti yang kita ketahui memori anak jauh lebih kuat menyimpan dibandingkan orang dewasa, dan hal ini apabila diteruskan akan membawa dampak yang panjang bagi perkembangan anak dikemudian hari. Apakah orang tua tidak sempat memikirkan dampak ini? Anak akan menangkap apa yang ada di dalam gamenya merupakan hal yang benar, hal yang baik untuk dilakukan. Bisa dibayangkan apabila anak memainkan game yang mengandung unsur kekerasan, tidak menutup kemungkinan anak mengikuti jejak kekerasan yang ia dapatkan dari gamenya.
Tidak hanya sebatas itu, saya pernah mengunjungi salah satu Sekolah Dasar dimana anak-anak kelas dua SD, beberapa diantaranya sudah membawa handphone kesekolah. Ketika saya berjumpa dengan orang tuanya dan mempertanyakan alasannya, justru menjawab sebagai alat untuk mempermudah dalam berkomunikasi ketika anak hendak dijemput dari sekolah. Selain itu juga, orang tua tersebut mengatakan bahwa itu sebagai bentuk kasih sayang orang tua terhadap anak-anaknya. Orang tua berharap agar anak tidak tertinggal seperti kawan-kawannya yang lain, apalagi sampai meminjam kepada temannya, atau takut si anak merusak barang milik temannya. Dari itu semua, akan ada pengaruh bagi perkembangan anak. Anak akan lebih memilih bermain dengan gadget yang ia miliki ketimbang bermain di luar bersama dengan teman sebayanya. Sehingga kemampuan anak dalam bersosialisasi dengan orang-orang disekitarnya akan semakin tumpul perlahan-lahan.
Berbeda cerita ketika saya mengisi sebagai guru bantu selama 1 minggu di SD yang berbeda. Pernah satu ketika saya meminta kejujuran dari anak-anak kelas 4 dan 5 yang ada di SD tersebut, saya menanyakan apakah pernah mengakses internet dan apa saja yang mereka lakukan. Ternyata 10% dari jumlah total siswa kelas 4 dan 5 mengatakan untuk membuka “situs-situs terlarang” bagi mereka. Perlu diketahui bahwa memang usia anak yang menginjak Sekolah Dasar rasa keingintahuannya masih dapat dikatakan cukup besar, belum lagi perasaan tidak ingin dianggap sebagai anak-anak, hal ini semakin membuat anak percaya diri ketika membuka internet yang biasanya dapat diakses oleh remaja hingga dewasa saja.
Kejadian ini apabila dilakukakan terus-menerus menyebabkan anak mengalami kedewasaan sebelum usianya, baik secara psikologis maupun biologis. Pada anak-anak usia kelas 4 dan 5 bisa dikatakan sebagai remaja awal, dimana pada masa itu anak tidak ingin dianggap sebagai anak-anak lagi melainkan orang yang sudah besar. Sehingga saya rasa, pendidikan mengenai seks pun penting untuk diberikan, baik oleh guru di sekolah maupun oleh orang tua dirumah. Selain perkembangan secara psikologis, secara biologis, organ-organ di dalam tubuh pun memang sedang mengalami perkembangan seperti dalam tipologi sheldon (hurlock, 1980). Sehingga masa pada masa ini anak tidak boleh dikekang namun harus selalu dalam pengawasan, agar tidak kebablasan.

Bisa dibayangkan tidak disuguhi oleh orang tuanyapun mereka bisa mengakses itu sendiri, apalagi apabila disuguhkan?. Wawasan orang tua sangat dibutuhkan, sekaligus juga memberikan arahan-arahan apabila anak memang ingin mengakses melalui gadget yang ada di rumahnya. Orang tua juga harus bisa menumpahkan kasih sayangnya secara adil kepada anak-anaknya, agar anak merasa dianggap dirumah. Perkembangan anak harus selalu diperhatikan oleh setiap orang tua, baik orang tua dirumah, maupun orang tua disekolah. Jangan sampai anak tumbuh dewasa sebelumnya baik secara fisik maupun psikologisnya, karena pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia sekolah dasar juga dapat pula menentukan perkembangan anak selanjutnya.
Dampak yang diberikan oleh teknologi komunikasi dan informasi memang tidak selalu baik dan tidak selalu buruk. Semua dampak tersebut bisa terjadi bergantung dengan bagaimana kita menggunakannya. Sehingga kebijaksanaan orang tua dalam memberikan teknologi-teknologi baru kepada anak-anaknya harus selalu memberikan pengawasan dan bimbingan, agar kedewasaan dini pada anak-anak khususnya anak-anak usia sekolah dasar yang pada dasarnya merupakan remaja awal dapat dicegah.
 
 
 
Ameliola, Syifa dan Hanggara Dwiyudha Nugraha. 2013. “ Perkembangan Media Informasi dan Teknologi Terhadap Anak dalam Era Globalisasi”. Diakses https://icssis.files.wordpress.com/2013/09/2013-02-29.pdf.

Mubashiroh, 2013. “Gadget, Penggunaan, dan Dampak pada Anak-anak”diakses http://jurnalilmiahtp.blogspot.co.id/2013/11/gadget-penggunaan-dan-dampak-pada-anak.html

Straubhaar, Joseph dan  LaRose, Robert. 2011. Media Now. Cengage Learning

Wahab, H. Rochmat, dkk. 1999. Perkembangan Dan Belajar Peserta Didik. Jawa Tengah : Dikti.

Yudiningrum, Firdastin Ruthnia. “Efek Teknologi Komunikasi Elektronik Bagi Tumbuh kembang Anak”. Diakses https://eprints.uns.ac.id/11462/1/Publikasi_Jurnal_%2816%29.pdf

Zamroni, Mohammad. 2009. “Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Dampaknya Terhadap Kehidupan”.Diakses http://digilib.uin-suka.ac.id/837/1/suka.ac.id/8371/1/MOHAMMAD%20ZAMRONI%20PERKEMBANGAN%20TEKNOLOGI%20KOMUNIKASI%20DAN%20DAMPAKNYA%20TERHADAP%20KEHIDUPAN.pdf

https://kominfo.go.id/index.php/content/detail/4286/Pengguna+Internet+Indonesia+Nomor+Enam+Dunia/0/sorotan_media.

 

 

Jumat, 25 Maret 2016

Eksistensi Keluarga Dalam Jeratan New Media


Pernah nggak sih kalian ngerasa bete di rumah terus tiba-tiba ambil handphone terus update status deh di medsos kalian? Sadar atau tidak sadar bete itu mungkin karena kalian ada sesuatu yang tidak nyaman dirumah. Ketika mulai ngga nyaman harusnya? Ya selesaikan dengan baik-baik. Nah, menurut kalian, dengan update status bakal nyelesein masalah? Ya engga lah. Seharusnya duduk bareng terus bahas itu dengan kepala dingin.
Pada mulanya Internet adalah untuk menghubungkan komputer, salah satu kegunaan sosial utama dan konsekuensi adalah sebagai media komunikasi kompleks, tidak benar-benar antarpribadi maupun media massa. Terdapat dua pandangan mengenai adanya new media sebagai cara berinteraksi sosial dan sebagai pengungkapan ekspresi diri. Yakni dalam perspektif pesimis dan perspektif optimis. 

  • Perspektif pesimis
Perspektif ini menyatakan bahwa teknologi CMC terlalu inheren bertentangan dengan hakikat kehidupan manusia, dan terlalu terbatas teknologi untuk hubungan yang bermakna untuk membentuk (Stoll, 1995). Ada pula yang berpendapat bahwa, hubungan online mungkin menyebabkan lebih rendahnya saling ketergantungan, komitmen dan permanen (Parks dan Roberts, 1998; Rice, 1987a). Komunikasi melalui komputer dapat menumbuhkan 'eksperimen' (seperti berbohong kepada orang lain yang tidak bisa segera tahu apa sebenarnya) tentang identitas dan kualitas seseorang. Seperti suasana dapat didominasi oleh tipu daya, birahi, manipulasi dan penipuan emosional. Shapiro dan Leone merasa bahwa 'semakin banyak waktu yang kita habiskan online, semakin sedikit waktu kita harus berinteraksi langsung dengan keluarga kita, tetangga kita, dan anggota masyarakat lainnya' (1999: 118).   

  • Perspektif optimis
Perspektif optimistis semakin melihat internet sebagai media untuk interaksi sosial. Banyak studi kasus dari CMC telah menunjukkan bahwa 'sosial' adalah lem penting yang mengikat bersama-sama aspek tugas-berorientasi CMC, dan dalam beberapa kasus bahkan digantikannya mereka (Rice, 1987b). Walther (1996) menunjukkan bahwa interaksi dimediasi biasanya pribadi, terutama ketika peserta memiliki waktu dan interaksi yang dimediasi bahkan mungkin 'hyperpersonal', mengelola interaksi dan tayangan lebih dari yang mungkin tatap muka.

Tapscott (1997) membahas generasi yang tumbuh dengan internet, apa yang dia sebut N-Gen (generasi Net, yang terdiri dari mereka yang berusia 2-27 tahun 1997). Melihat TV mulai jarang, dan mampu berkomunikasi melalui e-mail, mengembangkan halaman web dan memulai bisnis. Dia menekankan bahwa pengguna muda memanfaatkan internet untuk bermain, menjelajahi dunia mereka, mencoba identitas yang berbeda, mengekspresikan diri melalui halaman web pribadi, mengembangkan hubungan dengan teman dan keluarga dan menjadi disosialisasikan. Tapscott menunjukkan bahwa komunikasi online awal akan mendorong nilai yang lebih besar untuk keterampilan kolaboratif, berdasarkan 'hubungan peer-oriented daripada hirarki dalam keluarga dan perusahaan' (1997: 212). 

Kayany dan Yelsma (2000) berpendapat bahwa rumah tangga terdiri dimensi baik sosial dan teknologi; sehingga penambahan elemen baru seperti media online mempengaruhi organisasi peran, hubungan dan fungsi. Studi mereka dari 185 orang di 84 rumah tangga menunjukkan bahwa penggunaan secara online mempengaruhi waktu yang dihabiskan sebagian besar dalam melihat TV, beberapa digunakan telepon, beberapa membaca koran, dan sejumlah kecil dalam percakapan keluarga, dengan penurunan yang lebih besar dilaporkan oleh anak-anak. Kedua fungsi informasi dan hiburan media dinilai sebagai lebih penting oleh pengguna online lebih sering

Internet dapat menjadi alat komunikasi yang besar bagi mereka yang memiliki waktu sulit bertemu teman-teman baru karena cacat fisik, penyakit atau keterampilan sosial bahkan miskin (Wallace, 1999). Orang-orang ini dapat dengan mudah menemukan orang lain seperti mereka di seluruh negeri dan di seluruh dunia, memberikan dukungan dan kesempatan untuk menurunkan kesepian atau rendah diri. 
 
Levy (1997) menunjukkan transformasi tidak hanya dari ekonomi bahan untuk ekonomi informasi, tetapi lebih jauh ke dalam 'ekonomi sosial', atau kecerdasan kolektif dimediasi melalui dunia maya, di mana interaksi, hubungan dan komunikasi menjadi pusat sumber daya dan sosial infrastruktur, dipupuk oleh teknologi informasi dan komunikasi. Inilah argumen dari modal sosial, di mana nilai tambah dan jaringan positif eksternalitas (atau barang publik) aspek pengetahuan bersama, kolaborasi dan jejaring sosial tidak dapat ditangkap, diproses dan diproduksi massal. Kenaikan ini peran interaksi sosial, sekarang terlepas fisik, budaya, bahasa dan batas-batas temporal, akan membawa tantangan besar untuk pemikiran tradisional tentang negara, bangsa dan negara.

Melihat kenyataan saat ini Indonesia, rasanya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya internet apalgi dengan segala platform yang ditawarkan saat ini. Akses internet sendiri di Indonesia sudah mudah untuk di jumpai, sudah banyak juga yang bisa mengaksesnya, terbukti Indonesia menduduki peringkat 6 pengguna internet tertinggi dunia (kominfo.go.id).  

 
Penggunaan akses internet ini sudah melanda seluruh kalangan usia, gender bahkan kalangan pendidikan apapun. Hal terkecil yang bisa diamati adalah keluarga. Saat ini pola interaksi di dalam keluarga sudah sangat jarang. Orang terlalu sibuk dengan media yang ia miliki saat ini yakni gadgetnya masing-masing. Seolah-olah mereka berinteraksi dengan orang nyata, padahal itu adalah ilusi dari media. Keberadaan orang-orang disekitarnya justru diabaikan. Penulis pernah menjumpai salah satu kerabatnya, dan ketika penulis mengunjungi ternyata situasi keluarga tersebut sudah berbeda jika dibandingkan ketika terakhir kali berkunjung.  Ketika penulis sedang mengobrol dengan salah satu kerabat, ternyata beliau sibuk dengan kesibukannya memainkan handphonenya, entah untuk apa. Yang lebih tragis lagi adalah ketika makan, berada di meja makan memang bersama namun masing-masing anggota keluarga membawa handphone dan di saat makan sesekali melihat handphone, atau bahkan sibuk dengan gadgetnya, seolah-olah dunia sebenarnya berada di dunia. Contoh tersebut merupakan bentuk nyata dari perpektif pesimis dari pola interaksi di dalam lingkup terkecil yakni keluarga yang sangat nyata. Berbeda dengan perspektif optimis yang melihat kemajuan teknologi sebagai cara untuk berkomunikasi dengan saudara atau orang-orang yang sudah lama tidak berjumpa. Contohnya melalui facebook, whatsapp, skype, bbm, dsb.

 

Contoh dari perspektif optimis adalah ketika membentuk sebuah grup reuni, di dalam grup tersebut digunakan sebagai ajang untuk bersilaturahmi, bercerita mengenai masa lalu, membangun kembali komunikasi yang dahulu sempat hilang. Bahkan dengan adanya akses internet ini dipandang pula sebagai jalan untuk melakukan komunikasi lebih lanjut yakni komunikasi secara face to face dan membentuk komunitas organik. Seperti yang kita ketahui, komunitas organik adalah komunitas yang bertemu secara langsung.
Kemajuan teknologi apalagi dengan adanya new media yang sudah dapat dipastikan sangat dekat dengan kehidupan kita, keberadaannya sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Oleh karena itu sebagai makhluk yang berakal, kita harus bisa menyikapi dan menggunakan apa yang ada ini, dengan sebijak mungkin. Bukan berarti kita menolak masuknya sebuah kemajuan peradaban. 


Lievrouw, Leah A. & Sonia Livingstone. 2006. Handbook of New Media: Social Shaping and Social Consquences of ICTs. Sage Publication Ltd. London.
 https://avemariaradio.net/wp-content/uploads/2015/06/Family.jpg